Pemerintah telah menempatkan perbaikan visa backlog sebagai prioritas sehubungan dengan masalah waktu tunggu yang panjang bagi pelamar dan bisnis yang sangat membutuhkan staf untuk mengisi kekurangan keterampilan.
Departemen Dalam Negeri telah mengatakan kepada SBS News bahwa mereka sedang mengembangkan kapasitas untuk memenuhi tantangan dengan mengarahkan lebih banyak sumber daya dan staf.
Penundaan dalam pemrosesan visa adalah dampak jangka panjang dari pandemi COVID-19, setelah sumber daya di Departemen Dalam Negeri diarahkan untuk menegakkan penutupan perbatasan internasional Australia.
Tumpukan aplikasi telah mendorong intervensi arahan dari pemerintah baru.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.
Share





