Watch FIFA World Cup 2026™

LIVE, FREE and EXCLUSIVE

Sejarah dan kekerasan di Indonesia. Haruskah peristiwa 1965 itu kita ingat?

Dr Grace Chandra leksana, discussing memories in Donomulyo.
In researching memories of the violence Dr Grace Leksana spoke to people in places where the violence occurred. Source: Courtesy: Dr Grace Chandra Leksana, 2017.

Pengakuan terhadap pembunuhan massal dan pemenjaraan yang terjadi di Indonesia setelah 30 September 1965, masih belum menjadi bagian dari sejarah resmi Indonesia dan memori negara. Tetapi di antara orang-orang Indonesia, memori lebih kompleks.


Published

Updated

By sri dean

Presented by Ricky Kusumo

Source: SBS




Share this with family and friends


Pengakuan terhadap pembunuhan massal dan pemenjaraan yang terjadi di Indonesia setelah 30 September 1965, masih belum menjadi bagian dari sejarah resmi Indonesia dan memori negara. Tetapi di antara orang-orang Indonesia, memori lebih kompleks.


Dr Grace Chandra  Leksana conducting a visit to the filed in Tirtomarto.
Dr Grace Chandra Leksana found that at a local level, memories of the violence are a complex part of everyday relationships. Source: Courtesy: Dr Grace Chandra Leksana, 021.

Dr Grace Chandra Leksana adalah  di dosen Jurusan Sejarah Universitas Negeri Malang. Dr Grace Leksana menjelaskan kepada Sri Dean bagaimana ingatan tentang kekerasan terus hidup dan mengapa orang Indonesia seharunya memahami sejarah kelam negaranya.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.

Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.

Dan Anda dapat mengikuti perkembangan informasi terbaru tentang virus corona dalam bahasa Anda di sbs.com.au/coronavirus


Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Stream now