Pengakuan terhadap pembunuhan massal dan pemenjaraan yang terjadi di Indonesia setelah 30 September 1965, masih belum menjadi bagian dari sejarah resmi Indonesia dan memori negara. Tetapi di antara orang-orang Indonesia, memori lebih kompleks.

Dr Grace Chandra Leksana adalah di dosen Jurusan Sejarah Universitas Negeri Malang. Dr Grace Leksana menjelaskan kepada Sri Dean bagaimana ingatan tentang kekerasan terus hidup dan mengapa orang Indonesia seharunya memahami sejarah kelam negaranya.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.
Dan Anda dapat mengikuti perkembangan informasi terbaru tentang virus corona dalam bahasa Anda di sbs.com.au/coronavirus
Share





