Hubungan Perdagangan Australia dan Cina Membaik

BARLEY EXPORTS CHINA TARIFFS

President of the Western Australian Farmers Federation and mixed grains farmer Rhys Turton poses for a photograph holding barley seeds in his fields near York in the Wheatbelt region, 100km east of Perth on Tuesday, May 19, 2020. China today imposed an 80% tariff on barley imports from Australia. Barley usually makes up about 30% of his total crop but he will now be substituting most of his barley for other grains. (AAP Image/Richard Wainwright) NO ARCHIVING Source: AAP / RICHARD WAINWRIGHT/AAPIMAGE

Pemerintah federal telah mencapai kesepakatan dengan Cina atas sengketa perdagangan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.


Menteri Luar Negeri Penny Wong mengatakan China akan melakukan tinjauan yang 'dipercepat' ke tarif yang dikenakan Beijing pada jelai Australia.

Sebagai imbalannya, Australia akan menangguhkan pelaporannya tentang Cina ke Organisasi Perdagangan Dunia.


Pada puncak ketegangan antara China dan Australia pada tahun 2020, Beijing memberlakukan tarif pada 80 persen jelai Austria.
Pajak yang melumpuhkan ini membuat hasil panen hampir tidak mungkin dijual ke pasar Cina.
 
Diperkirakan perselisihan tersebut telah merugikan industri jelai Australia hingga 600 juta dolar per tahun dalam nilai yang hilang.

 
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.

Share
Follow SBS Indonesian

Download our apps
SBS Audio
SBS On Demand

Listen to our podcasts
Independent news and stories connecting you to life in Australia and Indonesian-speaking Australians.
Ease into the English language and Australian culture. We make learning English convenient, fun and practical.
Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS
SBS Indonesian News

SBS Indonesian News

Watch it onDemand