Pemolisian Demokratis Indonesia Dibicarakan dalam Konferensi HAM Internasional

Majda El Muhtaj (L), Indonesian speaker at the 9th International Conference on Human Rights Education, Western Sydney University

Majda El Muhtaj (L), Indonesian speaker at the 9th International Conference on Human Rights Education, Western Sydney University Source: Supplied

Australia menjadi tuan rumah Konferensi Internasional tentang Pendidikan HAM tahun ini, bertempat di Western Sydney University pada tanggal 26-29 November. Satu-satunya panelis dari Indonesia, Majda El Muhtaj, memaparkan perkembangan pemolisian di Indonesia dalam konferensi internasional kesembilan kali ini.


Setelah reformasi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998, satuan kepolisian nasional negara itu - Polri - dipisahkan dari tentara dan kemudian berada di bawah Presiden. Sejak itu, mulai terjadi reformasi birokrasi menuju Polisi yang mandiri, bermanfaat dan professional.

Kini 20 tahun berlalu, bagaimana perkembangan pemolisian di negara demokrasi tersebut?

Majda El Muhtaj, Kepala Pusat Studi HAM (Pusham) dan Dosen di Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Medan, melakukan tiga riset dalam lima tahun terakhir yangmana hasil penelitiannya itu merupakan isi dari pemaparannya dalam Konferensi Internasional tentang Pendidikan Hak Asasi Manusia yang kesembilan.

Majda El Muhtaj (R)
Majda El Muhtaj (R) had been conducting three researches in five years on democratic policing Source: Supplied

Mr Muhtaj, yang juga menjadi pengawas eksternal penerimaan anggota Polri untuk Polda Sumatera Utara, berbincang dengan SBS Indonesian mengenai hal menarik dan penting apa yang dipaparkannya dalam konferensi tersebut.


Share

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now