Pesatnya perkembangan bidang teknologi informasi seringkali menjadi daya tarik untuk membuka usaha yang berkaitan erat dengan bidang tersebut, seperti bisnis yang memproduksi aplikasi atau software. Namun, apakah kemajuan pesat tersebut, terutama yang berkaitan dengan Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan, saat ini justru mengandung ancaman punahnya profesi tertentu di bidang teknologi, seperti profesi coder atau designer?
SBS Indonesian mendatangi acara karir dan berjejaring ICON yang diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia University of New South Wales. Dalam acara ini pun pembahasan tentang kecerdasan buatan tak terelakkan, dan kehidupan mahasiswa saat ini memang sangat dekat dengan penggunaan kecerdasan buatan, jelas Presiden PPIA UNSW Sultan Muhammad.
SBS Indonesian juga berbincang dengan Samuel Wibawa, seorang pengusaha keturunan Indonesia dan juga developer software yang menawarkan produk aplikasi bernama Collage. Menurut Samuel, saat Ia baru mulai kuliah di tahun 2019, Kecerdasan buatan seperti Chat GPT masih belum populer. Namun dalam beberapa tahun saja muncul begitu banyak produk AI lain dan muncul juga praktek yang disebut vibe coding, yaitu praktek di mana seseorang memberi tahu gagasan pada perangkat AI yang kemudian akan menciptakan kode berdasarkan penjelasan tersebut- dengan kata lain, hampir tak ada proses coding secara manual lagi.

Ada beberapa hal yang masih belum bisa dikerjakan oleh AI dalam dunia Informasi teknologi, lanjutnya. Seperti menentukan skala sebuah proyek. Terlebih lagi, AI dapat membuat kesalahan, memilih cara-cara yang kurang efisien, bahkan berhalusinasi, jelasnya. Maka peran manusia sebagai pengawas tetap penting.
Yu Liu adalah salah satu pembicara di acara ICON, saat ini menjabat Chief Technology Officer Heidi, yaitu perusahaan yang menawarkan berbagai aplikasi atau perangkat yang dapat digunakan tenaga kesehatan Menurutnya, memang perusahaannya termasuk yang banyak menggunakan AI, namun justru karena AI dapat membantu mengerjakan proyek besar dengan mudah maka perusahaannya pun dapat memulai lebih banyak proyek besar dan mempekerjakan lebih banyak orang lagi.
Dengarkan podcast ini selengkapnya.





![[kt] Emergency Management Minister Kristy McBain speaking in Federal Parliament.](https://assets.sbs.com.au/dims4/default/bc9ba3f/2147483647/strip/true/crop/8256x4644+0+430/resize/1280x720!/quality/90/?url=https%3A%2F%2Fsbs-au-brightspot.s3.ap-southeast-2.amazonaws.com%2F67%2F84%2Fadbfe5cb4756aefd7f300d6b3fe4%2F20260331160991618420-original.jpg&imwidth=1280)