Padel kini menjadi fenomena di Indonesia dengan lapangan yang bermunculan seperti jamur, terutama di Jakarta.
Popularitas padel tidak hanya soal kemudahan teknis, tetapi juga aspek sosialnya.
Banyak orang menggunakan padel sebagai ajang berkumpul dengan teman, merayakan ulang tahun, hingga acara korporat.
Aplikasi seperti ReClub juga membantu pemain menemukan partner baru, memperluas relasi sambil berolahraga.
Ditunjang dengan lapangan tertutup yang bagus dan parkir yang luas, padel menawarkan pengalaman yang nyaman bahkan saat musim hujan.
Dari sisi kesehatan, padel menuntut kelincahan tinggi dan kekuatan kaki karena banyak gerakan jongkok. Namun olahraga ini tetap cocok untuk usia 40 keatas dan mereka yang sebelumnya tidak terlalu aktif berolahraga, asalkan memperhatikan teknik yang benar untuk menghindari cedera pergelangan tangan.
Simak perbincangan SBS Indonesian dengan Danish Lynxkovichky, pelatih lepas padel yang aktif mengajar pemula, untuk mengetahui mengapa padel bisa begitu cepat populer, tips untuk pemula, dan bagaimana padel menjadi sarana sosialisasi di komunitas Indonesia.

Padel coach Danish Lynxkovichky at a padel court. Credit: Danish Lynxkovichky

Robby Sudrajat, Indonesia’s national tennis strength and conditioning coach, during the 33rd SEA Games in Thailand. Credit: Robby Sudrajat
Anne Parisianne




