Watch FIFA World Cup 2026™

LIVE, FREE and EXCLUSIVE

"Sisa-Sisa": Sebuah Refleksi Memori dan Ketangguhan di Sydney Festival 2026

SISA 1920x1080.jpeg

Murtala and Alfira O'Sullivan perform in Sisa-sisa at Sydney Festival 2026. Credit: Sydney Festival

Panggung bergengsi Sydney Festival 2026 akan menjadi saksi bisu dari sebuah pertunjukan emosional bertajuk "Sisa-Sisa". Karya ini merupakan kolaborasi apik antara koreografer asal Indonesia, Murtala, dan istrinya, Alfira O’Sullivan, yang dipentaskan di Bankstown Arts Centre.


Published

Updated

By Ricky Kusumo

Source: SBS



Share this with family and friends


Panggung bergengsi Sydney Festival 2026 akan menjadi saksi bisu dari sebuah pertunjukan emosional bertajuk "Sisa-Sisa". Karya ini merupakan kolaborasi apik antara koreografer asal Indonesia, Murtala, dan istrinya, Alfira O’Sullivan, yang dipentaskan di Bankstown Arts Centre.


Pertunjukan ini menggabungkan dua karya personal yang mendalam menjadi satu kesatuan. Murtala menghadirkan "Gelumbang Raya", sementara Alfira mempersembahkan "Jejak dan Bisik".

Meski berangkat dari perspektif berbeda, keduanya disatukan dalam tajuk "Sisa-Sisa" untuk menggambarkan memori yang bertahan setelah badai kehidupan berlalu.

Menghadapi Trauma Tsunami Aceh

Bagi Murtala, "Gelumbang Raya" bukan sekadar tarian, melainkan sebuah rekaman memori atas tragedi Tsunami Aceh tahun 2004. Ia menceritakan pengalamannya kembali ke tanah kelahiran pada hari ketiga pasca-bencana dan menghabiskan waktu dua bulan untuk mengevakuasi jenazah.

Dibutuhkan waktu lebih dari dua dekade bagi Murtala untuk menuangkan pengalaman ini ke dalam bentuk karya tari.

"Ini kontennya berat. Ada saat saya siap, namun saya merasa masyarakat belum siap, atau sebaliknya. Saya menunggu momentum ketika saya dan masyarakat Aceh benar-benar siap untuk membagikan cerita ini," ungkap Murtala.

Banda Aceh
Mother and Child Walking on an Unpaved Pathway after tsunami in Banda Aceh 2004 Credit: pexels/Read Once

Di sisi lain, Alfira melalui "Jejak dan Bisik" mengeksplorasi sisi personalnya sebagai seorang ibu, perempuan, dan penari dengan segala kesibukan dan dinamika perannya.

Kolaborasi Seni dan Harapan bagi Seniman Indonesia

Untuk menghidupkan suasana emosional di panggung, pasangan ini menggandeng komposer kenamaan Gondrong Gunarto. Meski musiknya tidak dimainkan secara langsung (live), keterlibatan Gondrong dianggap krusial karena kedekatan emosionalnya yang mampu menerjemahkan rasa menjadi bunyi.

Proses kreatif pertunjukan ini melibatkan pengembangan intensif di studio dengan bantuan seorang dramaturg untuk memastikan pesan yang ingin disampaikan dapat diterima oleh penonton global. Murtala berharap penonton yang tidak mengalami tsunami pun dapat terhubung melalui emosi perjuangan menghadapi "badai" dalam hidup masing-masing.

Membuka Jalan di Panggung Internasional

Penampilan perdana (world premiere) "Sisa-Sisa" di Sydney Festival ini diharapkan menjadi katalis bagi seniman Indonesia lainnya di Australia.

"Kami berharap langkah ini menjadi langkah baik, tidak hanya untuk kami, tapi agar banyak seniman Indonesia di segala bidang bisa muncul di berbagai festival utama di Australia," tutup Murtala.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore. Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.


Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now