Facing Aceh's Tsunami Trauma


Murtala and Alvira O'Sullivan perform in Sisa-sisa at Sydney Festival 2026. Credit: Sydney Festival

Speaker 1
Pendengar bersama saya saat ini adalah Bapak Murtalah. Selamat siang, Pak.
Speaker 2
Selamat siang, Pak.
Terima kasih atas waktunya. Kita mendengar bahwa Bapak akan tampil dalam Sydney Festival 2026 ini, Pak.
Speaker 2
Benar, Pak.
Speaker 1
Bisa jelaskan, Pak, apa itu?
Speaker 2
Kita akan tampil di Sydney Festival di Bankstown Art Centre.
Itu tanggal 23, show yang pertama itu jam 07.30, hanya satu show.
Tapi di tanggal 24, kita punya dua show, di jam 02.00 dan jam 07.30.
Ini merupakan dua karya yang digabungkan menjadi satu di dalam satu show.
Jadi ada dua karya, itu ada karya Alvira Oseliswan, istri saya, dan ada karya saya.
Yang keduanya itu digabung menjadi satu show dengan judul Sisa-Sisa.
Speaker 1
Kenapa dinamakan Sisa-Sisa, Pak? Apakah ada maknanya?
Speaker 2
Karena dua show ini merupakan dua karya.
Karya saya berjudul Gelombang Raya atau Gelombang Besar.
Itu adalah memori tentang pengalaman personal saya ketika tsunami di Aceh tahun 2004.
Hari ketiga pasca tsunami, saya sampai di Aceh.
Dan saya bergabung dengan kawan-kawan di kampung saya.
Saya mengevakuasi jenajah selama kurang lebih dua bulan.
Cerita-cerita ini yang ingin saya hadirkan di dalam karya-karya saya.
Dan Alvira juga menceritakan judul karyanya itu Jejak dan Bisik.
Juga bercerita tentang pengalaman personal Alvira di dalam karya ini.
Sebagai seorang ibu, perempuan, penari yang punya banyak seribukan.
Karena itu kita mengambil kedua karya ini menjadi satu judul show.
Dalam show-nya judulnya Sisa-Sisa.
Speaker 1
Apakah karya ini baru pertama kalinya dibentaskan atau sudah pernah, Pak?
Speaker 2
Ini merupakan karya baru dan kita sangat bersyukur
karena Sydney Festival memberikan kita kesempatan untuk tampil perdana di karya ini di Sydney Festival.
Speaker 1
Tadi Bapak menyebutkan ada Jejak-Jejak dan Bisik dan juga Gelumbang Raya.
Tadi seperti Bapak sebutkan bahwa ini adalah mencerminkan saat tsunami Aceh 2004 itu, Pak ya.
Kenapa baru sekarang, Pak, dibikin tarianya, Pak?
Speaker 2
Ya karena ini kan kontennya sedikit berat.
Bercerita tentang pengalaman personal.
Jadi bagi saya itu kadang-kadang pada saat saya siap, saya merasa masyarakatnya belum siap.
Atau masyarakat Aceh sudah siap, sayangnya belum siap.
Jadi memang menunggu momentum yang saya merasa kedua saya dan masyarakat Aceh siap.
Speaker 1
Dan untuk pengiringnya adalah sebuah musik dari karya Gondrong Gunarto, Pak ya.
Speaker 2
Benar, benar.
Speaker 1
Mengapa memilih musik itu, Pak? Apakah ada kaitannya?
Speaker 2
Kita sering sekali bekerja sama dengan Mas Gondrong.
Dan Mas Gondrong yang mendesain musik kita nanti,
walaupun beliau tidak hadir dan memainkan musik secara live nantinya,
tapi memang kita telah memilih Mas Gondrong sebagai komposer karya ini.
Karena memang secara emosional, secara kedekatan beliau tahu siapa kita
dan bisa mengekspresikan apa yang kita mau lewat bunyi.
Speaker 1
Bagaimana Pak Murtala mencerminkan peristiwa tersebut dalam tarian Bapak sendiri itu?
Speaker 2
Kita melakukan beberapa kali development masuk ke studio ketika konsepnya sudah ada.
Lalu kita coba geraknya dan beberapa kali coba.
Dan kita coba, ada beberapa orang yang membantu kita.
Misalnya kita punya dramaturg.
Dan ada juga orang yang membantu kita melihat dari luar bagaimana karya ini nantinya.
Speaker 1
Apakah pesan utama yang ingin Bapak sampaikan kepada penonton
yang mungkin tidak memiliki keterkaitan langsung dengan peristiwa tsunami Aceh,
namun juga sedang berjuang menghadapi badai dalam hidup mereka sendiri melalui tarian Bapak ini?
Speaker 2
Kita percaya pengalaman personal kita ini juga banyak dialami oleh orang-orang di sekitar kita,
tapi dalam kejadian yang berbeda.
Kita ingin menghadirkan emosi ini agar emosi ini dapat dirasakan oleh orang lain.
Kita berharap seniman-seniman Indonesia di Australia
kemudian punya ruang untuk mengekspresikan karya-karyanya di festival-festival utama di Australia.
Misalnya seperti mungkin banyak festival besar dan hari ini kita masuk ke sini festival
dan semoga langkah ini menjadi langkah baik untuk tidak hanya untuk saya dan Alvira,
tapi kemudian banyak seniman Indonesia di segala bidang bisa muncul di banyak festival di Australia.
Speaker 1
Baik Pak Murtala, terima kasih atas waktu dan informasinya.
Speaker 2
Terima kasih, Pak. Terima kasih banyak.