Riam Tinggi merupakan sebuah desa wisata di Kabupaten Lamandau yang menyajikan perpaduan memukau antara keindahan alam Kalimantan serta kekentalan tradisi masyarakat Dayak.
Desa ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem pariwisata Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah.
Banyak turis terutama dari daerah Eropa memilih untuk melanjutkan petualangan mereka ke Riam Tinggi demi menyelami kehidupan autentik masyarakat adat.
Ketergantungan pada arus wisatawan dari Tanjung Puting ini diakui oleh Gogo, Humas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Riam Tinggi, sebagai strategi utama saat ini.
Biro perjalanan wisata pun kerap memosisikan Riam Tinggi sebagai destinasi alternatif bagi mereka yang ingin melampaui sekadar wisata alam dan masuk ke dalam ruang lingkup sosial masyarakat pedalaman.
Fasilitas penginapan telah disiapkan dengan standar yang memadai bagi wisatawan asing.

Pengalaman budaya dimulai sejak kaki melangkah di gerbang desa melalui upacara penyambutan khusus, di mana tamu diwajibkan memotong tiga batang kayu yang melintang menggunakan parang sementara para tetua desa merapalkan mantra keselamatan.
Interaksi ini berlanjut pada aktivitas keseharian yang menjadi daya tarik utama, seperti saat wisatawan diajak langsung masuk ke hutan untuk mencari bahan makanan bersama warga.

Ke depannya, pengembangan Riam Tinggi masih membentur tembok keterbatasan dana untuk perbaikan fasilitas penunjang.
Saat ini, keberlangsungan pariwisata di sana sangat bergantung pada kerja sama berkelanjutan dengan operator wisata asing yang rutin membawa tamu.
Namun, justru karena lokasinya yang terisolasi dan tantangan perjalanannya yang nyata, Riam Tinggi tetap mempertahankan daya pikat eksklusif bagi para petualang yang mencari keaslian hidup di tengah rimbunnya hutan Kalimantan.
==================
Nurhadi SUcahyo
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcasts kami.









