Ben Hutabarat adalah seorang warga keturunan Batak yang menetap di Australia dengan latar belakang yang kaya di dunia musik dan industri kreatif selama lebih dari 20 tahun.
Ben merupakan salah satu perintis sekaligus inisiator konseptual dari pertunjukan seni berjudul "Jelma" yang akan dipentaskan di University of New South Wales (UNSW).
Dalam bincang-bincang dengan SBS Indonesian, Ben menjelaksan bahwa dirinya tidak hanya berperan di balik layar sebagai penata teknis (suara dan cahaya), tetapi juga ikut tampil memainkan instrumen keyboard.
Pertunjukan "Jelma" mengangkat cerita rakyat Jawa Barat, Lutung Kasarung, sebagai latar belakang utamanya.
Dongeng rakyat ini dipilih sebagai latar belakang pertunjukan JELMA ini karena nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya, seperti transformasi diri (pertobatan), kerendahan hati, dan kemenangan kebaikan.

Persiapan intensif dilakukan sejak akhir Januari hingga Februari setelah sempat tertunda karena masalah kesehatan Ben pada tahun sebelumnya.
Produksi ini merupakan kolaborasi lintas budaya yang melibatkan musisi lokal dan internasional, serta bekerja sama dengan grup gamelan Suwitra Jaya dari UNSW, dan Sisca Purwadireja Haskew sebagai penari utama.
Meskipun berakar pada tradisi Sunda, musik dalam "Jelma" dikemas secara kontemporer dengan memadukan unsur gamelan Bali, keyboard, serta lagu rakyat populer seperti Bubuy Bulan.
Pementasan ini dijadwalkan bertepatan dengan perayaan Harmony Week pada bulan Maret, yang selaras dengan semangat multikulturalisme di Australia.
Walaupun cerita Lutung Kasarung berasal dari Indonesia, proses produksinya sendiri sudah mencerminkan keberagaman karena melibatkan tim dari berbagai latar belakang budaya.
Pihak universitas dan sejumlah pejabat pun memberikan dukungan penuh karena acara ini dinilai memperkuat hubungan bilateral dan pertukaran budaya.

Melalui "Jelma", Ben berharap dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional dan menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai warisan leluhur.
Jika mendapatkan respons positif, hal ini akan membuka peluang untuk membawa pertunjukan ini ke panggung yang lebih besar di festival seni di kota-kota besar di Australia.


