Maya Palupi Gvozden (person waving hand in red top) and Wida Chandler (person in black top and red hat) in the ACMI cinema after watching “Agak Laen: Menyala Pantiku!” film at the 20th Indonesian Film Festival in Melbourne – 10 May 2066. Photo courtesy: Widha Chaidir.
Penayangan film “Agak Laen: Menyala Pantiku!” di penutupan Festival Film Indonesia ke-20 di Melbourne – 10 Mei 2026 – dipenuhi penonton. Mengingat kesuksesan film “Agak Laen” pertama, ekspektasi terhadap film tersebut tinggi dan penonton tidak dikecewakan.
Penayangan film “Agak Laen: Menyala Pantiku!” di penutupan Festival Film Indonesia ke-20 di Melbourne – 10 Mei 2026 – dipenuhi penonton. Mengingat kesuksesan film “Agak Laen” pertama, ekspektasi terhadap film tersebut tinggi dan penonton tidak dikecewakan.
Film “Agak Laen: Menyala Pantiku!” yang disutradarai oleh Muhadkly Acho ini mengusung tema komedi investigasi yang berlatar belakang di panti jompo. Dengan empat aktor utama yang sama seperti di film “Agak Laen” sebelumnya, kali ini keempat komedian tersebut benar-benar berhasil membuat penonton bersemangat, jengkel, dan terhibur.
Maya Palupi Gvozden yang telah menonton kedua film “Agak Laen” mengatakan kepada SBS Indonesia bahwa kedua film tersebut penuh kejutan. Di sisi lain, Wida Chandler, yang hanya menonton film “Agak Laen” kedua, mengatakan bahwa ia belum pernah melihat film yang sejak awal penontonnya langsung tertawa hingga akhir film. Keduanya mengakui keahlian sutradara dalam mengejutkan penonton dengan menempatkan para protagonis dalam peran yang bertentangan dengan ekspektasi penonton. Misalnya, dalam adegan penyamaran, Oki yang berperan sebagai pria ditugaskan untuk memerankan seorang istri yang sudah lanjut usia.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.