Kelompok musik Sukatani asal Purbalingga, Jawa Tengah, baru-baru ini merampungkan tur Australia mereka, yang meliputi beberapa kota termasuk Sydney dan Melbourne.
Jenis musik Sukatani terbilang dinamis, dengan irama dan gaya instrumen khas new wave tahun 1980an, suara merdu namun tegas, serta lirik lagu yang puitis namun juga kritis.
Lagu Realitas Konsumerisme, misalnya, menyikut gaya hidup yang terjerat berbagai macam hutang dan kewajiban akibat ingin mengkonsumsi produk-produk yang sebenarnya tak terjangkau dan tidak juga penting untuk kehidupan.
Ada juga lagu Sukatani yang berjudul Gelap Gempita, yang liriknya terdengar seperti kritik pedas terhadap pemerintahan yang korup.
SBS Indonesian berbincang dengan salah satu personil Sukatani, dengan nama panggung Alectroguy, yang berkata bahwa memang jadwal tur mereka terbilang cukup padat, namun tentu berkesan baginya yang baru pertama kali mengunjungi Australia.
Kehadiran Sukatani di Sydney menarik beberapa penggemar asal Indonesia yang antusias melihat kelompok ini tampil langsung, antara lain adalah Rohmat Sudarmanto atau Anto yang sudah lebih dari sepuluh tahun tinggal di kota ini. Ia berharap lebih banyak lagi band Indonesia yang bisa mengunjungi Australia.
Sukatani juga berhasil merebut hati penonton lokal Sydney, seperti Alfonsina, yang terpukau oleh aksi panggung vokalis Twister Angel, yang menurutnya mahir menguasai panggung.
Menurut Alectroguy, nama Sukatani mengandung harapan akan kehidupan damai dan makmur di pedesaan. Namun, meskipun dengan nama yang begitu optimis dan lirik lagu yang kritis, Ia tidak serta merta mau mengubah dunia. Saat ini, dengan membangun kerjasama dan bagi cerita antara musisi di berbagai negara adalah langkah yang cukup maju, jelasnya.
Dengarkan podcast ini selengkapnya.





