Untuk mempertegas makna serta ide-ide yang terkandung dalam suatu tarian, sering digunakan musik pengiring. Namun menggubah karya musik apalagi untuk tujuan tertentu, bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika tarian-tarian tersebut mengandung ide-ide yang rumit dan sarat makna. Untuk menghasilkan suatu penampilan yang bagus, diperlukan kolaborasi yang kuat dan matang antara koreografer dan penggubah musiknya serta memakan waktu yang lama.
Gondrong Gunarto adalah seorang etnomusikolog dan penggubah lagu gamelan kontemporer. Dia berkolaborasi dengan dua seniman Indonesia yang berdomisili di Sydney, Alfira O’Sullivan (pendiri dan direktur artistik) dan Murtala (koreografer dan penari) dari Suara Indonesia Dance. Untuk pertama kalinya Alfira dan Murtala menampilkan karya terbarunya yang berjudul Sisa-Sisa di Sydney Festival pada tanggal 23 – 24 Jan 2026.
Gondrong Gunarto melukiskan kolaborasi itu melalui proses negosiasi yang dialaminya dengan konsep atau ide yang ditawarkan kedua penari, serta makna dan gerakan yang digambarkan atau dikehendaki oleh keduanya. Bagi Gunarto proses ini cukup menantang serta membutuhkan kesabaran, agar gubahan yang diciptakannya dapat mendukung serta memberi nyawa terhadap tarian Alfira, Jejak & Bisik serta Gelumbang Raya tarian Murtala.




