Marissa Yudinar, penyanyi-penulis lagu asal Jakarta yang berkarier di Australia dengan nama panggung Matahara, menemukan "titik tengah" unik antara dua budaya yang diam-diam mewarnai musiknya.
Matahara adalah nama panggung Marissa Yudinar, musisi indie pop asal Jakarta yang kini tinggal di Melbourne. Sejak merilis EP pertamanya pada 2021, ia telah mengeluarkan dua EP dan empat single, dan kini tengah menggarap album perdananya secara independen.
Meski liriknya berbahasa Inggris, teman-teman musisinya sering mengenali nada dan melodi bernuansa Indonesia dalam lagunya, kata Marissa kepada SBS Indonesian. Unsur-unsur itu muncul secara tidak disadari dalam pilihan melodinya, menurutnya.
Selama berkarier di dunia musik sejak 2020, Marissa lebih banyak bermain di skena musik Australia. Namun keterlibatannya di acara Pasar Senja yang diadakan oleh Nongkrong Festival di Melbourne menjadi titik balik yang mempertemukannya dengan komunitas kreatif Indonesia di sini.
Ia menyebut posisinya sebagai musisi Indonesian-Australian justru sebagai keuntungan. Tumbuh dengan mendengarkan musik Barat dan Indonesia, menurut Marissa, memberinya kekayaan inspirasi yang menempatkannya di posisi yang menurutnya cukup unik.
Marissa mengatakan ia berharap bisa tampil di Jakarta, Bandung, dan Jogja. Ia juga ingin tur di kota-kota lain di Australia. Ia mengatakan keinginan terbesarnya adalah memperkenalkan musiknya ke lebih banyak orang.
Dengarkan podcast ini selengkapnya.





