Berdiri sejak 2019, Kemukus FC rutin mengumpulkan sekitar 20 orang setiap akhir pekan di lapangan sepak bola Clifton Hill, di Brunswick, Melbourne. Tanpa tuntutan bermain secara kompetitif, kelompok ini terbuka untuk siapa saja, termasuk mahasiswa, pasangan mereka, dan pemegang visa Working Holiday. Konsep mereka: yang penting hadir, bersenang-senang, dan bertemu sesama orang Indonesia.
Di bulan Ramadan, Kemukus FC tetap menggulirkan bola dengan strategi khusus: jadwal digeser mendekati magrib dan permainan diselingi jeda agar peserta yang berpuasa tetap nyaman. Anggota non-muslim pun ikut mendukung penyesuaian ini. Seusai bermain, peserta berbagi takjil sederhana untuk buka puasa bersama.
Lebih dari sekadar olahraga, Kemukus FC menjadi ruang saling berbagi, mulai dari tips perkuliahan, informasi lowongan kerja, hingga curahan hati soal kehidupan di perantauan. Bagi para anggotanya, komunitas ini menghadirkan kembali semarak kebersamaan yang mereka rindukan dari Indonesia, terutama di bulan Ramadan.

Simak perbincangan kami dengan Abrian Duta Firmansyah, anggota Kemukus FC, dan Ulil Albab, salah satu pendiri Kemukus FC, tentang bagaimana sepak bola menjadi perekat komunitas diaspora Indonesia di Melbourne, khususnya di bulan suci Ramadan.




