Flu burung (virus H5n1) telah ada sejak tahun 1990an, terdeteksi pada burung liar di Tiongkok seperti angsa; dan kemudian menyebarkan unggas ke seluruh dunia; sebelum muncul pada mamalia seperti sapi dalam beberapa bulan terakhir.
Flu burung disebabkan oleh beberapa virus influenza, sama seperti flu musiman yang menyebar setiap musim dingin.
Namun, dengan pengecualian yang aneh, penyakit ini hanya menyebar antar hewan; atau dari hewan ke manusia.
Penularan dari manusia ke manusia diperkirakan terbatas dan tidak berkelanjutan.
Sejak tahun 1990an, terdapat 900 kasus yang diketahui pada manusia – hampir separuhnya meninggal.

Kini, Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan mereka telah mengkonfirmasi melalui tes laboratorium penemuan jenis baru flu burung – yang disebut H5N2 – yang belum pernah ditemukan pada manusia.
Penyakit ini terdeteksi pada seorang pria berusia 59 tahun, dengan kondisi kesehatan kronis, yang meninggal di rumah sakit Mexico City pada 24 April, seminggu setelah dirawat karena demam, sesak napas, dan diare.
Tidak jelas bagaimana dia bisa tertular flu burung, dan pejabat kesehatan Meksiko mengatakan dia tidak punya riwayat terpapar unggas atau hewan lain.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram serta jangan lewatkan podcast kami.




