Krisis Perumahan Menyulitkan Pekerja Esensial Menyewa Rumah

APARTMENT HOUSING STOCK

"For Lease" signs are seen outside a block of units in inner Sydney on Friday, April 8, 2016. (AAP Image/Mick Tsikas) NO ARCHIVING Source: AAP / MICK TSIKAS/AAPIMAGE

Sebuah laporan baru menemukan bahwa pekerja di bidang bantuan penitng telah terkucilkan dari pasar persewaan di seluruh Australia, dengan banyak yang menghabiskan setidaknya dua pertiga dari pendapatan mereka untuk sewa rumah.


Sebuah laporan baru telah menyelidiki upah dari pekerja di 15 kategori esensial dan menemukan sangat sedikit wilayah di Australia di mana para pekerja ini mampu menyewa.

Everybody's Home, sebuah koalisi kelompok kesejahteraan dan perumahan, telah mengeluarkan laporan dengan judul 'Priced Out' , yang menemukan pekerja esential harus menghabiskan setidaknya dua pertiga dari pendapatan mereka untuk sewa. Dalam beberapa kasus, bisa setinggi tiga perempat.

Pekerja di Penitipan lansia, penitipan anak, perawat, petugas kebersihan, perhotelan, pekerja pos dan pengangkutan termasuk di antara mereka tidak mampu menyewa rumah.

 
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.


Share
Follow SBS Indonesian

Download our apps
SBS Audio
SBS On Demand

Listen to our podcasts
Independent news and stories connecting you to life in Australia and Indonesian-speaking Australians.
Ease into the English language and Australian culture. We make learning English convenient, fun and practical.
Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS
SBS Indonesian News

SBS Indonesian News

Watch it onDemand