Watch FIFA World Cup 2026™

LIVE, FREE and EXCLUSIVE

Krisis Perumahan Menyulitkan Pekerja Esensial Menyewa Rumah

APARTMENT HOUSING STOCK
"For Lease" signs are seen outside a block of units in inner Sydney on Friday, April 8, 2016. (AAP Image/Mick Tsikas) NO ARCHIVING Source: AAP / MICK TSIKAS/AAPIMAGE

Sebuah laporan baru menemukan bahwa pekerja di bidang bantuan penitng telah terkucilkan dari pasar persewaan di seluruh Australia, dengan banyak yang menghabiskan setidaknya dua pertiga dari pendapatan mereka untuk sewa rumah.


Published

Updated

By Greg Dyett

Presented by Ricky Kusumo

Source: SBS



Share this with family and friends


Sebuah laporan baru menemukan bahwa pekerja di bidang bantuan penitng telah terkucilkan dari pasar persewaan di seluruh Australia, dengan banyak yang menghabiskan setidaknya dua pertiga dari pendapatan mereka untuk sewa rumah.


Sebuah laporan baru telah menyelidiki upah dari pekerja di 15 kategori esensial dan menemukan sangat sedikit wilayah di Australia di mana para pekerja ini mampu menyewa.

Everybody's Home, sebuah koalisi kelompok kesejahteraan dan perumahan, telah mengeluarkan laporan dengan judul 'Priced Out' , yang menemukan pekerja esential harus menghabiskan setidaknya dua pertiga dari pendapatan mereka untuk sewa. Dalam beberapa kasus, bisa setinggi tiga perempat.

Pekerja di Penitipan lansia, penitipan anak, perawat, petugas kebersihan, perhotelan, pekerja pos dan pengangkutan termasuk di antara mereka tidak mampu menyewa rumah.

 

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.


Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Stream now