Karya seni berjudul "Fairy Tales from the Celestial Garden" karya Jayanto tan ini, dipamerkan di Counihan Gallery, Merri-Bek Town Hall, Victoria, dari tanggal 1 Februari sampai 27 April mendatang.
Melalui karya tersebut, Jayanto memadukan cerita tentang keluarganya yang berasal dari Sumatera utara dengan kaligrafi Tionghoa yang terinspirasi dari leluhur ayahnya yang seorang penganut Taoisme.
Seniman yang berdomisili di Sydney ini memanfaatkan pandan sebagai alat gambarnya. Pandan dipilih karena pandan terkoneksi dengan budaya keluarga Jayanto yang menggunakan pandan setiap harinya.
Cairan pandan digunakan oleh Jayanto untuk membuat lukisan aksara mandarin yang memiliki arti dalam bahasa Inggris "Double Happines" atau "Kebahagian".
Selain penggunaan pandan untuk melukis. Jayanto juga menghadirkan tampilan kolam ikan dengan menggunakan media beras dan berbagai macam properti yang digambarkan seperti hidangan makanan.
Jayanto menceritakan, tampilan tersebut berhubungan dengan memori masa kecilnya saat Imlek. Di saat kecil, Jayanto diminta ibunya untuk mengambilkan ikan di kolam di belakang rumahnya saat perayaan tersebut.
Dalam eksebisi ini, Jayanto juga mengajak pengunjung untuk membuat simbol atau aksara 'Double happines' mereka sendiri dari kertas dan dipasang di tembok yang diberi nama ‘kampoeng wall-mural’.





