Watch FIFA World Cup 2026™

LIVE, FREE and EXCLUSIVE starting June 12 2026

Mengingat Mereka yang Berjuang Bersama Pasukan ANZAC di Gallipoli

Ghurkhas and their British officers at Gallipoli, during WWI.

Ghurkhas and their British officers at Gallipoli, during world war one 1915. (Photo by: Photo12/Universal Images Group via Getty Images) Credit: Photo 12/Universal Images Group via Getty

Setiap tahun pada tanggal 25 April, diperingati untuk mengingat perjuangan anggota ANZAC atau Australian and New Zealand Army Corps yang bertugas dalam kampanye Gallipoli. Selain mererka, banyak juga pasukan dari negara lain yang bertempur dan gugur di Gallipoli bersama pasukan ANZAC, sebuah kontribusi yang secara historis diabaikan.


Published

Updated

By Mahnaz Angury

Presented by Ricky Kusumo

Source: SBS



Share this with family and friends


Setiap tahun pada tanggal 25 April, diperingati untuk mengingat perjuangan anggota ANZAC atau Australian and New Zealand Army Corps yang bertugas dalam kampanye Gallipoli. Selain mererka, banyak juga pasukan dari negara lain yang bertempur dan gugur di Gallipoli bersama pasukan ANZAC, sebuah kontribusi yang secara historis diabaikan.


Bersamaan dengan Anzac, pasukan India yang kontribusinya, meski besar, baru belakangan ini diakui.

Dengan pecahnya Perang Dunia Pertama, Inggris sedang terburu-buru untuk mendapatkan lebih banyak tentara dan merekrut orang-orang dari seluruh India yang menjadi bagian dari Kerajaan Inggris.

Dampak abadi kampanye Gallipoli dirasakan di seluruh dunia - Inggris menggunakan pasukan dari Australia, Selandia Baru, India - termasuk Gurkha dari Nepal - dan sejauh Newfoundland.

Prancis, salah satu sekutunya, menggunakan pasukan Senegal serta pasukan kolonial lainnya.

Lebih dari 44.000 tentara sekutu tewas di Gallipoli yang mencakup lebih dari 8.700 orang Australia dan hampir 14 ratus tentara India - yang lebih dari setengahnya diyakini adalah Gurkha.

Di pihak Ottoman, yang terdiri dari tentara Turki dan Arab, tercatat hampir 87 ribu tentara yang gugur.

Duka kolektif ini menyebabkan persahabatan pascaperang antara Australia dan Turkiye.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.
 


Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Stream now