Wawancara dengan Didit Hariadi, aktivis Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur, mengenai dampak pertambangan batu bara di Kalimantan Timur yang telah menyebabkan tewasnya 24 orang anak.
Perusahaan pertambangan batu bara tidak melakukan restorasi bekas tambang itu ketika mereka meninggalkan daerah tambang tersebut sehinga meninggalkan lobang besra yang kemudian menjadi kolam air yang besar.
Share





