Penulis dan jurnalis Dewi Anggraeni berbicara tentang tetap adanya ambivalensi yang dirasakan oleh keturunan Tionghoa Indonesia yang mengalami trauma karena peristiwa tahun 1998.
Mengapa sebagian keturunan Tionghoa Indonesia yang datang ke Australia setelah peristiwa 1998, masih merasa sulit untuk kembali ke Indonesia? Mengapa penting bagi bangsa Indonesia untuk tidak mengabaikan bagian gelap dari sejarahnya itu? Dewi Anggraeni menjelaskan ketegangan emosi dan rasa takut yang mempengaruhi para protagonis dalam buku terakhirnya, My Pain My Country itu.





