Pada tahun 2003, markas besar PBB di Baghdad dibom dan 22 orang tewas. Serangan itu juga menewaskan utusan utama PBB, Sergio Vieira de Mello. Pada tahun 2008, Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 19 Agustus sebagai Hari Kemanusiaan Sedunia. Namun, kita sering bertanya-tanya berapa banyak orang yang mengingat hari itu? Lalu apa tujuan diperingatinya Hari Kemanusiaan Sedunia?
Dr. dr. FX Wikan Indrarto, dokter spesialis anak di Rumah Sakit Panti Rapih yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atma Jaya di Yogya mengatakan, bahwa dokter Indonesia termasuk di antara mereka yang sering bekerja sebagai pekerja kemanusiaan atau relawan.
Meminta para dokter itu untuk menjadi relawan ketika bencana terjadi atau ketika layanan mereka dibutuhkan di wilayah konflik atau perang, relatif mudah. Sebagai contoh, keberadaan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Dr. Indrarto percaya bahwa kita perlu meningkatkan kesadaran masyarakat akan krisis kemanusiaan dan menghargai dedikasi para pekerja kemanusiaan yang seringkali mempertaruhkan keselamatan mereka.




