Pulau Bali memiliki banyak pantai yang terkenal di kalangan para peselancar atau surfer, baik dari dalam maupun luar negeri. Beberapa pantai yang ramai dikunjungi oleh para peselancar ini adalah Pantai Batu Bolong, Pantai Bingin, Padang-padang, Balangan, dan masih banyak lagi.
Warga Indonesia, Bima Sakti merupakan seorang peselancar sekaligus instruktur untuk mereka yang memiliki kondisi tidak bisa mendengar atau tidak bisa bicara. Dirinya menggunakan bahasa isyarat internasional untuk melatih kliennya.
Karirnya sebagai pelatih surfing dengan menggunakan bahasa isyarat internasional berawal dari sebuah insiden enam tahun lalu ketika dirinya sedang berselancar di Seminyak, Bali.

“Saya menabrak peselancar lain dan board saya rusak. Saya mara-marah. Ternyata dia tidak bisa mendengar, jadi saya merasa tidak enak,” ujar lelaki 29 tahun asal Sumatera Barat yang telah menetap di Bali selama hampir satu dekade.
Sejak itu, ia bertekad mempelajari bahasa isyarat Internasional hingga pada akhirnya memutuskan untuk menjadi instruktur berselancar bagi klien tunarungu dan tunawicara di tahun 2019.
Menurut Bima, pada saat itu belum ada pelatih selancar yang mampu menggunakan bahasa isyarat Internasional.
“Waktu itu saya sering bertanya kepada mereka yang tunarungu dan tunawicara apakah sudah pernah mencoba surfing, dan mereka menjawab belum karena tidak ada yang bisa mengajar dengan menggunakan bahasa isyarat,” ujar Bima yang dikenal lewat akun Instagram @bimasurfbali miliknya.

“Jadi motivasi saya adalah ingin memberi kesempatan kepada orang tunarungu dan tunawicara untuk bisa merasakan pengalaman belajar berselancar.”
Sejak awal mengajar hingga kini, Bima Surf School sudah membantu lebih dari 200 klien tunarungu dan tunawicara memiliki pengalaman berselancar di Bali.




