Pembelian kapal selam nuklir menimbulkan beberapa kekhawatiran

Nuclear submarine under the wave

Nuclear submarine under the wave with sun rays. Underwater blue light. Source: iStockphoto

Setelah mengumumkan niatnya untuk membeli kapal selam bertenaga nuklir, pemerintah Australia sekarang harus membuat rencana pembuangan limbah beracun dari armada baru tersebut. Dan pembelian kapal selam nuklir itu mendapat kecaman dari beberapa pihak.


Sebagai bagian dari kesepakatan kapal selam AUKUS, Australia harus menemukan tempat untuk menyimpan limbah nuklir tingkat tinggi saat kapal pertama dinonaktifkan.

Pemerintah federal telah mengakui ini adalah bagian paling kompleks dari siklus hidup kapal selam.

Mantan senator Independen Australia Selatan dan pakar kapal selam, Rex Patrick mengatakan bahwa pembuangan limbah, sebagai bagian dari kesepakatan AUKUS seharusnya didiskusikan dengan publik Australia.

Mantan PM Paul Keating menyebut rencana kapal selam nuklir Aukus senilai $368 miliar sebagai "kesepakatan terburuk sepanjang sejarah" dan "keputusan internasional terburuk" oleh pemerintah Partai Buruh.

Mantan PM Malcolm Turnbull telah bergabung dengan paduan suara mantan perdana menteri yang mengkritik kesepakatan AUKUS pemerintah, mengatakan ada lebih banyak risiko daripada imbalannya.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.

Share
Follow SBS Indonesian

Download our apps
SBS Audio
SBS On Demand

Listen to our podcasts
Independent news and stories connecting you to life in Australia and Indonesian-speaking Australians.
Ease into the English language and Australian culture. We make learning English convenient, fun and practical.
Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS
SBS Indonesian News

SBS Indonesian News

Watch it onDemand