Laporan terbaru dari John Curtin Research Centre mengungkapkan bahwa Australia saat ini belum memiliki strategi nasional untuk mengatur penggunaan kecerdasan buatan (AI) di lingkungan kerja.
Dalam sebuah forum di Adelaide, para pemangku kepentingan membahas fakta bahwa dampak AI terhadap tenaga kerja lebih ditentukan oleh kebijakan politik dibandingkan teknologinya itu sendiri.
Meskipun pemerintah Australia mengklaim sedang membangun fondasi kepercayaan dan keamanan, data menunjukkan bahwa hampir 60 persen karyawan sudah menggunakan AI secara rutin, namun banyak yang melakukannya tanpa sepengetahuan atasan.
Kekhawatiran utama muncul dari para ahli dan serikat pekerja terkait potensi AI dalam meningkatkan pengawasan yang berlebihan, beban kerja yang tidak aman, serta ketidakpastian nasib pekerja.
Dr. Dominic Meagher menekankan perlunya penguatan kerangka regulasi untuk mencegah polarisasi informasi dan dampak negatif terhadap produktivitas mental.
Di sisi lain, Menteri Ketenagakerjaan Amanda Rishworth mengakui adanya kecemasan publik mengenai keamanan kerja, meskipun ia tetap optimis terhadap potensi peningkatan produktivitas nasional jika teknologi ini dikelola dengan kolaborasi yang tepat antara pemerintah, bisnis, dan masyarakat.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore. Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcasts kami.
Gunakan SBS Audio, dapat diunduh dari App Store atau Google Play.




