Di banyak negara berpendapatan tinggi, pasar perumahan sangat ketat dan mahal, sehingga semakin sulit bagi pengungsi dan pencari suaka untuk mendapatkan perumahan yang stabil dan terjangkau.
Pengungsi dan pencari suaka di negara-negara berpenghasilan tinggi berjuang dalam usaha mereka untuk mendapatkan perumahan yang stabil dan terjangkau.
Hal-hal seperti bahasa, kurangnya referensi sewa, dan diskriminasi telah menghambat usaha mereka iyang dapat berdampak buruk pada kesehatan mereka.

Para peneliti di Universitas Flinders di Australia Selatan menelusuri kehidupan 25 pengungsi dan pencari suaka di Australia selama tiga tahun, dan menyoroti bagaimana kualitas dan stabilitas perumahan secara signifikan mempengaruhi kesehatan fisik dan mental.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram serta jangan lewatkan podcast kami.




