Perjalanan studi dan karirnya tak terlepas dari hubungan Australia Indonesia dalam kerjasama berbagi ilmu.
Selain teori dan pengalaman, tak kalah penting baginya adalah belajar menjaga diri karena menurutnya penerapan ilmu psikologi tidak sekadar mendengarkan keluh kesah klien dan memberikan saran.
Josephine saat ini bekerja sebagai Psikolog Senior dan Positive Behaviour Support Practitioner di Autism Association of Western Australia, sebuah organisasi di Australia Barat yang menyediakan pelayanan bagi mereka yang didiagnosa dengan Autisme.
Selain itu, Ia juga mengajar di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya dan terkadang masih melakukan konsultasi pribadi untuk pasien di Indonesia.
Sejarah Edukasi
Josephine menerima beasiswa Australian Leadership Awards untuk menjalani S3 alias PhD, dengan topik penelitian maternal depression alias depresi pasca persalinan.
Menurut Josephine, efek dari depresi pasca persalinan ini bermacam-macam, bahkan bisa fatal.
“Saya lihat Indonesia butuh ini - bagaimana caranya dia tidak post natal depression yang tidak ter treat. Karena ternyata post natal depression mereka itu termanifestasi dalam berbagai bentuk."
Ide tersebut juga didukung oleh Kementerian Kesehatan.

Sepulang dari menyelesaikan PhD di Australia, Josephine pun bekerja sama dengan berbagai tenaga kesehatan di Indonesia untuk melatih calon-calon Ibu yang menampilkan gejala rawan depresi pasca persalinan untuk membangun ketangguhan.
Selain menambah pengetahuan tentang psikologi dan kepemimpinan, Josephine juga mulai terlibat dengan dunia disabilitas dan, dikarenakan Western Australia dan Jawa Timur merupakan sister states.
Ia juga membantu kerjasama di bidang tukar pengetahuan tentang cara-cara meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas di dua lokasi tersebut.
“Kita harus bisa menjaga kerahasiaan cukup serius karena itu adalah their lives yang mereka titipkan,” jelasnya.



