Watch FIFA World Cup 2026™ LIVE, FREE and EXCLUSIVE

Pria Menangis Itu Lemah? Ini yang Dianggap Tabu bagi Pria di Budaya Timur dan Apa yang Dapat Dilakukan

Portrait of crying man looking away

Crying man is a weak man? This is what considered taboo for men with Eastern culture and how we can navigate it Credit: Johner Images/Getty Images/Johner RF

Konsep budaya Timur seringkali menggambarkan bahwa tindakan menangis, terlebih bagi pria, menunjukkan kelemahan seseorang. Lantas, bagaimana pria dapat melampiaskan emosi dan perasaannya secara 'sehat'?


Konsep budaya Timur seringkali menggambarkan bahwa tindakan menangis, terlebih bagi pria, menunjukkan kelemahan seseorang.

Lantas, bagaimana pria dapat melampiaskan emosi dan perasaannya secara 'sehat'?

Rendra Yoanda, seorang psikolog klinis berbasis di Jakarta yang juga menjadi konselor di sekolah CIKAL, mengatakan bahwa ada beberapa hal yang dianggap tabu dilakukan oleh pria yang sebenarnya dapat membantu menjaga kesehatan mental mereka.

Ia mengatakan bahwa secara fisiologi normal bagi pria untuk menangis. Tapi bagi mereka yang tidak mau dipandang 'lemah', ia menyarankan beberapa hal yang dapat dilakukan.

Dengarkan wawancara selengkapnya.

Penafian: Informasi dalam artikel ini tidak sebaiknya digunakan untuk mendiagnosis, mengobati, menyembuhkan, atau mencegah penyakit apa pun untuk tujuan terapeutik sebagai pengganti nasihat dari ahli kesehatan.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.

Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.

Share

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now