Pada hari Rabu 19 Mei Indonesia kehilangan juara demokrasi dan komunikator yang brilian namun sederhana.

Wimar Witoelar dikenal sebagai kritikus populer pemerintahan Orde Baru Indonesia. Namun entah bagaimana Wimar tidak pernah menjadi buronan. Belakangan, sebagai juru bicara mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Wimar juga dekat dengan penulis biografi Presiden Wahid, Profesor Greg Barton, dari Universitas Deakin. Prof Barton menjelaskan kekagumannya terhadap Wimar Witoelar serta mengapa almarhum mmpunyai daya tarik yang luar biasa bagi masyarakat luas.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.
Dan Anda dapat mengikuti perkembangan informasi terbaru tentang virus corona dalam bahasa Anda di sbs.com.au/coronavirus





