Premier Queensland, Annastacia Palaszczuk telah meminta maaf kepada keluarga seorang pria dari Central Queensland, setelah hasil otopsi resmi mengungkapkan kematiannya dikaitkan dengan covid-19.
Annastacia Palaszczuk mengatakan dia mengerti masyarakat menjadi tertekan akibat tes COVID19 positif ternyata salah, tetapi membela tindakan cepat pihak berwenang.
Pada saat itu ia dilaporkan sebagai korban COVID-19 dan juga yang pertama diidentifikasi di kota regional itu, setelah menunjukkan gejala seperti flu sebulan sebelum kematiannya,
Pihak otoritas kesehatan melakukan tes awal yang menunjukkan hasil positif virus corona.
Namun hasil otopsi resmi dirilis Senin malam 1 Juni, kini telah menunjukkan hasil negatif.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.





