Dampak pandemi terhadap pendidikan tahun ini sangat disruptif. Banyak sekolah di Australia ditutup dan pengajaran disampaikan secara online. Indonesia menempuh jalan yang sama, namun dampaknya sangat besar.

Di Indonesia, perpindahan ke pembelajaran online hanya meningkatkan kerugian sebagian siswa. Peneliti dari SMERU, Dr Shintia Revina menjelaskan mengapa kebijakan Pemerintah yang ‘satu ukuran untuk semua’ itu mengabaikan masalah akses yang penting itu dan bagaimana hal tersebut telah merusak masa depan jangka pendek dan jangka panjang banyak anak muda Indonesia.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.
Dan Anda dapat mengikuti perkembangan informasi terbaru tentang virus corona dalam bahasa Anda di sbs.com.au/coronavirus





