Watch FIFA World Cup 2026™

LIVE, FREE and EXCLUSIVE starting June 12 2026

SBS Examines: Bagaimana Duka Politik Pengaruhi Kohesi Sosial?

Political grief lead image.png

According to the report by Grattan Institute, only about 1 in 10 Australians say they could not be friends with a person with opposing political views. Source: Getty / Lisa Maree Williams; Daniel Munoz

Ketika kita dihadapkan pada peristiwa atau ideologi yang bertentangan dengan keyakinan kita, kita dapat merasakan apa yang oleh para ahli disebut 'duka politik'. Beberapa orang mengatakan hal ini berperan dalam meningkatnya polarisasi dalam masyarakat kita.


Published

By Lera Shvets, Lorien Chen

Presented by Tia Ardha

Source: SBS




Share this with family and friends


Ketika kita dihadapkan pada peristiwa atau ideologi yang bertentangan dengan keyakinan kita, kita dapat merasakan apa yang oleh para ahli disebut 'duka politik'. Beberapa orang mengatakan hal ini berperan dalam meningkatnya polarisasi dalam masyarakat kita.


Apakah pandangan politik Anda memengaruhi persahabatan? Atau mungkin Anda kesulitan mengidentifikasi diri dengan partai politik yang dulu Anda pilih?

Para ahli menyebut perasaan ini sebagai 'duka politik', dan mengatakan hal itu dapat menyebabkan polarisasi lebih lanjut.

Profesor Larissa Hjorth dari School of Media and Communication di RMIT University mengatakan kepada SBS Examines bahwa duka politik bermanifestasi dalam polarisasi media, dan masyarakat secara umum.

The thing about political grief is that you're getting those kind of echo chambers.
Professor Larissa Hjorth, School of Media and Communication, RMIT University

"Seseorang yang mengidentifikasi diri sebagai [kubu] kiri, seseorang yang mengidentifikasi diri sebagai [kubu] kanan, mereka tidak akan bersatu dengan cara apa pun," ujarnya.

Grattan Institute baru-baru ini mendapati bahwa polarisasi secara keseluruhan di Australia tetap lebih rendah daripada di beberapa negara demokrasi lainnya.

Laporan barunya, "For the people: future-proofing Australia’s democracy," menunjukkan bahwa hanya sekitar satu dari 10 warga Australia yang mengatakan mereka tidak dapat berteman dengan seseorang yang memiliki pandangan politik yang berlawanan.

Meski demikian, kerekatan sosial negara ini sedang berada di bawah tekanan.

Kate Griffiths, Wakil Direktur Democracy Program di Grattan Institute, mengatakan bahwa warga Australia merasakan penurunan rasa memiliki dan kesempatan, serta meningkatnya rasa ketidakadilan.

They're the sorts of things that could lead down the track to disengagement or discontent with the system itself.
Kate Griffiths, deputy director of the Democracy Program at Grattan Institute

Berkolaborasi dengan SBS Mandarin, SBS Examines episode kali ini membahas tentang duka politik, dan mendengar pengalaman beberapa warga Australia.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.

Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now