Laporan nasional pertama tentang rasisme di perguruan tinggi di Australia mengungkapkan bahwa masalah ini bersifat luas dan sistemik. Laporan ini mendapatkan bahwa 70 persen mahasiswa dan staf dari 42 perguruan tinggi telah menyaksikan tindakan rasisme.
Ini adalah laporan nasional pertama yang menyelidiki prevalensi dan dampak rasisme di universitas-universitas Australia. 76.000 mahasiswa dan staf dari 42 universitas di Australia ikut serta.
Komisioner Diskriminasi Rasial Giridharan Sivaraman mengatakan bahwa kesaksian dan temuan tersebut sangat mengkhawatirkan.
Rasisme dialami pada tingkat yang lebih tinggi oleh mereka yang berasal dari latar belakang Indigenous, Tionghoa, Afrika, Yahudi, dan Timur Tengah, dengan setidaknya 80 persen responden survei dari kelompok-kelompok ini melaporkan dampak yang dirasakan. Hanya enam persen dari responden survei yang mengalami rasisme secara langsung yang mengajukan keluhan.

Hal itu tidak menjadi hal yang baru bagi Anenya Kale, yang memimpin perkumpulan yang mahasiswa yang memberikan dukungan bagi mahasiswa dari latar belakang budaya yang beragam di Universitas Nasional Australia.





