Penelitian baru tentang dampak long COVID pada otak menunjukkan penderita mengalami kehilangan ingatan dan kesulitan berkonsentrasi serupa dengan orang dengan cedera otak traumatis dan stroke.
Penelitian baru yang dilakukan di klinik long COVID di Rumah Sakit St Vincent di Sydney telah menemukan sekitar 20 persen pasien menderita kehilangan ingatan dan kabut otak, tanpa perbaikan dalam 12 bulan.
Penelitian menemukan bahwa orang yang menderita long COVID-19 tidak selalu mengalami sakit parah karena virus tsb saat mereka terjangkit. Bahkan sembilan dari sepuluh tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.





