Proyek ambisius bernilai AUD$55 miliar ini menjanjikan waktu tempuh hanya 60 menit dengan kecepatan maksimal mencapai 320 km per jam, yang diharapkan mampu mengatasi masalah kepadatan penduduk serta tingginya biaya hidup di Sydney.
Meskipun didukung oleh alokasi dana awal sebesar AUD$500 juta dari Pemerintah Federal dan diproyeksikan membuka ribuan lapangan kerja serta hunian baru, tantangan besar tetap membayangi.

Selain faktor geografis yang sulit, skeptisisme muncul akibat sejarah kegagalan proyek serupa di masa lalu serta isu-isu krusial terkait dampak lingkungan dan perlindungan situs budaya masyarakat adat.
Keputusan final mengenai kelanjutan pembangunan infrastruktur sepanjang 115 km ini baru akan ditetapkan pada tahun 2028 setelah melalui proses perancangan dan evaluasi yang mendalam.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcasts kami.



