Watch FIFA World Cup 2026™

LIVE, FREE and EXCLUSIVE

Panduan Pemukiman: Risiko Tersembunyi Layanan 'Beli Sekarang, Bayar Nanti'

The 'Buy now, pay later' schemes are becoming increasingly popular

The 'Buy now, pay later' schemes are becoming increasingly popular Source: Getty Images

Skema 'Beli sekarang, bayar nanti' menjadi semakin populer di kalangan pembeli di Australia, dengan total nilai pembelian meningkat menjadi lebih dari $5,6 miliar pada 2018-19.


Published

Updated

By Sneha Krishnan

Presented by Ricky Kusumo

Source: SBS



Share this with family and friends


Skema 'Beli sekarang, bayar nanti' menjadi semakin populer di kalangan pembeli di Australia, dengan total nilai pembelian meningkat menjadi lebih dari $5,6 miliar pada 2018-19.


Ada kekhawatiran yang berkembang bahwa orang yang melakukan beberapa pembelian beli-sekarang-bayar-nanti secara bersamaan dapat kehilangan kendali atas manajemen utang mereka dan jatuh ke dalam kesulitan keuangan.

Sementara cicilan bebas bunga membuat layanan ini cukup menarik bagi pembeli, mereka dikenakan biaya keterlambatan yang besar jika tenggat waktu pembayaran dilewati. 

Menurut laporan ASIC yang dirilis pada November 2020, 21 persen konsumen dari pembelian sekarang bayar nanti melewatkan pembayaran dan dikenakan biaya keterlambatan dalam 12 bulan sebelumnya. 


Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.

Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.

 

 

 


Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now