Watch FIFA World Cup 2026™

LIVE, FREE and EXCLUSIVE

Sumpah Pemuda Versi Gen Z: Menjaga Bahasa Indonesia di Negeri Orang

Young Indonesian in celebration of the Independence Day

Sumpah Pemuda is commemorated every 28 October in Indonesia. Source: Moment RF / Afriandi/Getty Images

Hidup di Australia tidak membuat M. Hafidz Al-Furqan, atau yang dikenal dengan akun media sosial “dagucoklat”, lepas dari akarnya. Bagi mahasiswa asal Indonesia ini, bahasa Indonesia tetap jadi ruang nyaman lintas pertemanan, sementara bahasa daerah terus dihidupkan sebagai penanda identitas.


Published

Updated

By Anne Parisianne

Presented by SBS Indonesian

Source: SBS



Share this with family and friends


Hidup di Australia tidak membuat M. Hafidz Al-Furqan, atau yang dikenal dengan akun media sosial “dagucoklat”, lepas dari akarnya. Bagi mahasiswa asal Indonesia ini, bahasa Indonesia tetap jadi ruang nyaman lintas pertemanan, sementara bahasa daerah terus dihidupkan sebagai penanda identitas.


M. Hafidz Al-Furqan, mahasiswa S2 Industri Kreatif dan Media Komunikasi di Macquarie University dan Direktur Komunikasi AIYA Nasional, menyebut Sumpah Pemuda sebagai pengingat yang tetap relevan bagi generasinya, terutama soal butir ketiga Sumpah Pemuda, yaitu “menjunjung bahasa persatuan”.

Bagi Hafidz, bahasa Indonesia adalah bagian dari identitas yang ia pilih untuk diperdalam. Pengalaman kebahasaan sejak 2020, termasuk menjumpai padanan seperti “lantatur” untuk “drive-thru”, membuka kembali kekayaan leksikon dan mendorongnya belajar lebih jauh. Di Australia, ia menindaklanjutinya dengan berbahasa Indonesia saat bertemu sesama perantau, seraya menyesuaikan pilihan bahasa dengan konteks.

Lalu, di media sosial, Hafidz kerap membagikan konten berbahasa Indonesia karena, menurutnya, itu membantu menjaga kedekatan para pengikut dengan bahasa tersebut.

Di Indonesia ada lebih dari 700 bahasa daerah… kalau tidak dikenali anak muda, beberapa tahun kemudian bisa hilang.
M. Hafidz Al-Furqan
M. Hafidz Al-Furqan
M. Hafidz Al-Furqan, master’s student in Creative Industries and Media Communication at Macquarie University and National Communications Director of AIYA. Credit: Supplied/M. Hafidz Al-Furqan

Hafidz merumuskan tiga pilar: melestarikan bahasa daerah, mengutamakan bahasa Indonesia, dan menguasai bahasa asing. Menurutnya, bahasa daerah adalah identitas yang perlu dirawat agar tidak punah, sementara bahasa Indonesia menjadi perekat, dan bahasa asing membuka ruang perkenalan Indonesia di forum global.

Sementara, makna “bertanah air satu” pada Sumpah Pemuda, bagi Gen Z yang satu ini adalah amanah untuk menjaga Indonesia selama tinggal di negara asing, antara lain dengan aktif di komunitas, mengenalkan budaya, dan merawat bahasa Indonesia.

Dengarkan podcast ini selengkapnya.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.


Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now