Bulan lalu UNESCO mengeluarkan penilaian bahwa Great Barrier Reef harus ditempatkan dalam daftar situs warisan dunia yang terancam punah. Namun, pada 23 Juli, setelah lobi oleh pemerintah Australia, Komite Warisan Dunia mengabaikan penilaian Unesco. Namun apa yang dipikirkan oleh pakar biologi kelautan?

Dr Dewi Syahidah adalah alumni Universitas James Cook yang saat ini bekerja sebagai peneliti di Institute for Marine Research and Aquaculture di Indonesia. Setelah keputusan UNESCO pada bulan Juni, Dr Dewi menjelaskan kepada Sri Dean terkait dengan penilaiannya tentang kondisi terumbu karang Great Barrier Reef itu. Dr Dewi juga menjelaskan alasan sikap Pemerintah Australia.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.
Dan Anda dapat mengikuti perkembangan informasi terbaru tentang virus corona dalam bahasa Anda di sbs.com.au/coronavirus





