Watch FIFA World Cup 2026™

LIVE, FREE and EXCLUSIVE

Tiga Bersaudara asal Prancis yang Menjaga Sungai-Sungai Indonesia

Gary Bencheghib (L), Kelly Bencheghib (C) and Sam Bencheghib (R) during their 1,200-kilometre run from Bali to Jakarta.

Gary Bencheghib (L), Kelly Bencheghib (C) and Sam Bencheghib (R) during their 1,200-kilometre run from Bali to Jakarta. Source: Supplied / Sungai Watch

Co-founder Sungai Watch, Gary Bencheghib, berbicara dengan SBS Indonesian tentang mengapa ia dan saudara-saudaranya, meskipun orang asing, mendedikasikan hidup mereka untuk menghentikan polusi plastik di sungai-sungai di Bali dan Jawa.


Published

By Anne Parisianne

Source: SBS



Share this with family and friends


Co-founder Sungai Watch, Gary Bencheghib, berbicara dengan SBS Indonesian tentang mengapa ia dan saudara-saudaranya, meskipun orang asing, mendedikasikan hidup mereka untuk menghentikan polusi plastik di sungai-sungai di Bali dan Jawa.


Gary Bencheghib adalah warga negara Prancis, tetapi Bali sudah menjadi rumahnya selama 21 tahun. Ia bersama saudara-saudaranya, Kelly dan Sam, tumbuh besar di pulau ini, dan ketika mereka melihat rumah mereka dirusak oleh sampah plastik - di pantai, di sawah, dan menyumbat sungai - mereka memutuskan untuk bertindak.Itu terjadi 16 tahun lalu.

Ketiga bersaudara ini memulai dengan proyek bernama ‘Make a Change Bali’, memungut sampah di pantai. Proyek itu kemudian berkembang menjadi ‘Sungai Watch’, sebuah organisasi nirlaba yang memasang penghalang mengapung di sungai-sungai di Bali dan Jawa Timur untuk mencegah plastik mengalir ke laut.

Tidak semua orang menyambut keterlibatan mereka. Bencheghib mengatakan sebagian orang mempertanyakan mengapa orang asing yang melakukan pekerjaan ini, dan ada yang mengkritik mereka. Namun meski berstatus pendatang di tanah orang, katanya, plastik yang masuk ke laut adalah masalah semua orang.

Bencheghib mengatakan Sungai Watch juga membuka matanya terhadap jutaan warga Indonesia yang sudah melakukan pekerjaan ini tanpa mendapat pengakuan. Diperkirakan 3,7 juta orang di Indonesia menggantungkan hidup sebagai pemulung, katanya. Orang-orang ini perlu diberdayakan, bukan diabaikan, tambahnya.

Pada akhir Maret 2026, ketiga bersaudara ini meluncurkan aksi "Run for Rivers," berlari 25 kilometer per hari dari Bali menuju Jakarta untuk mengampanyekan perluasan kerja mereka ke Jawa, pulau terpadat di dunia dengan 160 juta penduduk. Aksi tersebut menempuh jarak 1.205 kilometer selama 58 hari. Pada 26 Mei, mereka diterima oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming di Istana Wapres, yang menawarkan bantuan menghubungkan mereka dengan sponsor korporat untuk ekspansi ke Jawa Tengah dan Jawa Barat, menurut pernyataan resmi dari kantor Wakil Presiden.

DSC05566.jpg
Gary Bencheghib during his 1,205-kilometre "Run for Rivers" from Bali to Jakarta in 2026. Source: Supplied / Sungai Watch

Ketika ditanya apa arti Indonesia baginya secara pribadi, jawaban Bencheghib sederhana: Indonesia adalah rumah, dan ia ingin memastikan anak dan cucunya bisa menikmati rumah yang sama seperti yang ia beruntung bisa nikmati selama ini.

Dengarkan percakapan lengkap SBS Indonesian dengan Gary Bencheghib untuk mendengar kisahnya secara lebih mendalam.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.


Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Stream now