Sebuah program secara online untuk melanjutkan karier dalam profesi medis telah menarik perhatian anak-anak siswa sekolah menengah yang berlatar belakang pengungsi, Pribumi, dan sosial ekonomi yang lebih rendah.
Monash University Hands on Health Program memasuki tahun kesembilan beroperasi, tetapi sekarang menggunalkan sarana digital untuk pertama kalinya.
Pelamar yang berhasil diundang untuk menghabiskan dua hari di kampus Clayton Universitas, untuk merasakan kehidupan sebagai mahasiswa kedokteran. Mereka diberi kemeja yang mirip dengan yang dikenakan oleh mahasiswa sarjana selama penempatan klinis dan stetoskop.

Selama masa pelatihan, mereka berpartisipasi dalam kegiatan seperti menjahit luka pada lengan palsu, berlatih C-P-R pada boneka, menghadiri kuliah dan bertemu dengan mahasiswa kedokteran.
Ketika pembatasan COVID-19 mengancam untuk menghentikan program di tahun kesembilan operasinya, Monash meluncurkannya secara virtual, menemukan manfaat utama dalam siapa mereka dapat mencapai.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.





