Penggunaan wawancara AI semakin populer di Australia, memanfaatkan teknologi untuk mengevaluasi pelamar kerja. Ada beberapa manfaat wawancara AI, yaitu efisien, mengurangi bias, dan karena berbasis data, wawancara ini mampu memberikan wawasan tentang kinerja dan preferensi kandidat.
Namun, Ifrin Fittock, CEO SisterWorks memiliki beberapa keberatan, khususnya ketika wawancara AI digunakan untuk mengevaluasi kandidat dari latar belakang non-Inggris seperti migran, pengungsi, atau bahkan pencari kerja pertama kali. Dia percaya bahwa diperlukan lebih banyak persiapan agar kandidat merasa nyaman dan tidak merasa terintimidasi.
Oleh karena itu, SisterWorks, sebuah organisasi nirlaba yang membantu memberdayakan perempuan, migran, dan pengungsi, telah mengembangkan pelatihan bagi mereka. Ifrin menjelaskan kepada SBS Indonesian apa yang telah dilakukannhya untuk mempersiapkan para pencari kerja yang tidak berasal dari latar belakang penutur atau budaya berbahasa Inggris.




