Mengapa mendukung Dr Saiful Mahdi penting bagi Australia dan Indonesia?

Dr Saiful Mahdi (left) and Prof Budy P. Resosudarmo training their PhD students in Syiah Kuala University, 2019.

Dr Saiful Mahdi (left), Syiah Kuala University and Prof Budi Resosudarmo, ANU. Dr Mahdi has been charged with defamation. Another victim of IT law? Source: Courtesy Prof Budy P. Resosudarmo - Syiah Kuala University, 2019.

Pekan lalu, akademisi Indonesia Saiful Mahdi dipenjara. Dr Saiful Mahdi dinyatakan bersalah melakukan fitnah berdasarkan Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sejumlah akademisi Australia menyatakan keprihatinannya atas hukuman tersebut dan mengirimkan surat kepada Presiden Indonesia untuk memohon amnesti bagi Dr Saiful Mahdi.


Dr Saiful Mahdi, Lecturer from Syiah Kuala University , Banda Aceh.
Some Australian Academics working on Indonesia has sent a letter to President Jokowi requesting amnesty for Dr Saiful Mahdi. Source: Courtesy Prof Budy P. Resosudarmo

Profesor Budy P. Resosudarmo adalah Direktur Pendidikan di Crawford School of Public Policy di ANU, Deputi Kepala Pusat Penelitian Kemiskinan dan Ketimpangan, peneliti dan mantan Kepala Indonesia Project di ANU, serta Presiden Asosiasi Ekonomi Lingkungan dan Sumberdaya Asia. Prof Budi menjelaskan kepada Sri Dean sejarah kasus ini dan mengapa akademisi Australia merasa sangat prihatin.

Dan Anda dapat mengikuti perkembangan informasi terbaru tentang virus corona dalam bahasa Anda di sbs.com.au/coronavirus


Share

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now