Pendengar, bergabung kali ini bersama
dengan SBS Indonesian, ada
-Pak Michael Kramer. Pak Mike, apa kabar?
-Baik, baik Bu.
Baru kembali dari Nusa Tenggara, saya
dengar?
Ya, Nusa Tenggara Timur, ya, yang disebut
NTT, ya.
Terakhir kemarin ini ke NTT ini dalam
acara apa dan bersama dengan organisasi
dan donatur dengan Nusa Tenggara
Association, ya. Itu sesuatu yayasan
yang didirikan di Australia
di Canberra tiga puluh tahun lebih, dan
aktif sekali di
Timor, Indonesia, Indonesia Timur, terus
di
Flores, di Kabupaten Sikka,
orang kampung yang, yang, eh, miskin,
yang--
Eh, ada beberapa aktivitas, ya. Yang
pertama, eh, membantu orang kampung
bak air, ya. Karena di NTT itu,
eh, musim kemarau panjang sekali dan
biasanya orang sana
terpaksa beli air dari, dari
tangki, dari truk ya, dari tangki yang,
yang mahal sekali. Jadi, jadi,
eh, itu aktivitas yang, yang pertama
sama orang kampung untuk beli semen
dan untuk beli, apa namanya,
tulang, tulang besi, ya. Dan orang kampung
yang mandor yang, yang
sudah ada pengalaman, mereka bisa bangun
bak air itu sendiri. Tapi banyak aktivitas
lagi, lain lagi, terus, eh,
bantu dengan kawat berduri untuk bangun
pagar, supaya bisa
mengendali hewan, supaya hewan tidak
ganggu sama tanaman, ya. Terus
bantu dengan ilmu pertanian dan hewan
juga, peternakan
hewan, dan ada di-- Sebaiknya saya
jelaskan dulu, di Indonesia ada
dua belas orang staf lebih, ya, dua belas
lebih orang, yang ahli
pertanian, ahli pendidikan, ahli
perpustakaan
dan sebagiannya juga karyawan dari BRIN
ya, Badan Riset
banyak, eh, ada yang, ada bantuan dengan
orang kampung dalam rangka
kamar mandi ya. Di sana disebut
-MCK, mungkin ibu tahu kata itu?
-Iya dong, mandi cuci kakus ya, Pak?
Mandi cuci kakus, benar ya. Terus bantu
juga dengan
kelompok tenun ikat khusus dengan
investigasi hal zat warna alam, ya. Juga
bantu sekolah dan guru
dengan buku-buku dan apa, eh, training
kan, juga beasiswa
buat anak sekolah ya. Jadi tiap tahun ada
Donors Trip ya. Pertemuan donatur ke
kampung-kampung dimana ada proyek di timur
dan di
kabupaten Sikka di Flores. Jadi saya baru
kembali bulan lalu, bulan Oktober
ini, dari sepuluh, sepuluh hari di sana,
dengan grup, dengan staf,
-donatur-donatur lain lagi dari Australia.
-Pak Mike, terkait dengan Nusa Tenggara
Association ini, hanya untuk NTT, bukan
Nusa Tenggara Barat juga atau bagaimana?
Ini buat NTT saja, Nusa Tenggara Timur
saja. Karena yang, yang pendiri NTA,
Nusa Tenggara Association, adalah Dr.
Colin Barlow. Dia dosen
di ANU di Canberra. Dan dia pada waktu
meneliti di NTT itu, dia lihat sendiri
kemiskinan orang kampung di
sana, khusus yang di daerah
pegunungan, ya, pegunungan. Jadi, dia
mendirikan, eh... yayasan ini, dan
juga cari staf di Indonesia yang bisa
-lakukan aktivitas di, di sana.
-Pak Mike, kurang lebih sudah berapa lama
atau berapa tahun terlibat dengan NTA Pak?
Karena
setelah beberapa tahun ini, apakah Pak
Michael juga bisa melihat memang perubahan
dampaknya begitu ada dari gerakan atau
bantuan yang dilakukan oleh organisasi
-ini, Pak?
-Saya, uh, sejak berapa tahun, mungkin enam
saya ada, saya sebagai anggota NTA, tapi
aktivitasnya apa, meluas juga. Dari dulu
di yang terutama bak
air, bangun bak air. Tapi sekarang banyak
kampung dimana NTA aktif, sudah dapat
semua apa, rumah tangga
sudah, sudah dapat. Jadi, meluas bantu
dengan pagar buat
karena pendidikan yang, yang
Yah, begitu juga saya. Pak Mike, kalau
melihat kebutuhannya atau apa yang dibantu
ini biasanya karena permintaan begitu
dari masyarakat lokal atau memang
-keputusan dari NTA sendiri Pak?
-Oh begini, ada sistem kelompok ya.
satu atau dua kelompok, yang ada anggota
mungkin sepuluh orang, lima belas
sering ada musyawarah ya. Jadi staf NTA
ketemu sama
orang eh, kelompok itu dan tanya bagaimana
keperluannya.
Dan staf NTA harus ambil keputusan karena
dananya tentu saja terbatas
ya. Jadi seperti eh, saya ikuti di
satu kampung di timur kabupaten Kupang. Di
sana mereka minta uang
-untuk bikin sumur bor ya.
-Iya.
Dan kadang kadang NTA bisa bantu begitu,
tapi mungkin ada kelompok
kelompok lain lagi di kampung lain lagi
yang ada keperluan lebih berat ya, begitu
-ya.
-Bapak berarti ini apakah jangkauan tanda
kutip ya jangkauan dari NTA ini juga
memang seluruh Nusa Tenggara Timur, Pak
-Mike?
-Kalau arealnya, di mana aktif
ya, di timur barat Indonesia timur ya,
terus di Kabupaten Sikka di
Flores, karena dananya terbatas juga jadi
dan masih
kampung di daerah-daerah itu yang perlu
dibantu.
Seharusnya berarti perlu juga ada campur
tangan pemerintah setempat. Pemerintah
ada pernah meminta begitu atau
menyampaikan kebutuhan masyarakat ini
kepada pemerintah melalui bantuan dari NTA
Pak? Atau semuanya selalu donor dari
Yang sebenarnya ya dari Australia saja,
ada uang dana dari pemerintah Australia
dari donatur pribadi. Dan di Indonesia
biasanya Pemda di
tapi anggaran itu dipakai juga untuk
aktivitas, tapi bukan untuk biaya bangun
bak air atau atau begitu. Tapi yang saya
lihat pada waktu saya
kunjungi NTT itu, saya lihat hubungan
NTA sama tokoh Pemda, baik ya.
Orang Pemda diundang kalau ada acara. Dan
karena
ada staf dari Indonesia yang banyaknya
masih karyawan,
departemen pertanian atau BRIN atau begini
atau begitu. Jadi ada kaitan yang kuat
sama instansi pemerintah Indonesia. Tapi
eh, Pemda atau
pemerintah Indonesia bukan sumber, sumber
dana lah buat NTA. Begitu ya. Tapi Bu,
satu sesuatu highlight dari kunjungan
donatur
adalah apa, festival tarian. Tiap tiap
tahun buat anak sekolah ya.
Dari SD, SMP, SMA. Dan eh, tiap sudah, Bu,
saya lupa
berapa tahun, tapi sudah lama tiap tahun
di Kabupaten Sikka ada festival ini
Rotary Club di North Sydney. Ini menarik.
Tapi tapi saya sudah be-berapa kali ikut
nonton dan festival ini mulai pagi
sampai sore, ada dua puluh lebih sekolah
ikut. Dan kami,
kami merasa senang sekali lihat
semangat ya. Semangat anak-anak yang
menari atau nyanyi atau main
musik. Dan eh, apa, pakaiannya, pakaian
adatnya
-sangat menarik juga ya.
-Jadi termasuk dalam kunjungan yang Oktober
kemarin juga yang Pak Mike menyaksikan
pertunjukan anak-anak sekolah lokal ini ya
-ya.
-Oke, jadi Pak Mike sendiri setiap tahun
mengunjungi NTT bersama dengan rekan-rekan
dari NTA, begitu Pak Mike?
Ya, setiap tahun tapi saya ada proyek lain
lagi di sana. Boleh saya jelaskan
Pada Perang Dunia Kedua, ada tentara
Australia dikirim untuk membelah
di Kupang di timur. Dan ada monumen di
luar dari
Kupang, monumen pribadi buat
tentara Australia yang yang meninggal di
sana.
Saya lihat tahun, berapa tahun yang lalu
keadannya tidak begitu baik. Jadi saya
Department of Veterans Affairs di sini, di
Australia ini, untuk diperbaiki. Dan
dengan bantuan staf-staf NTA, kawan-kawan
di sana, di Kupang, eh,
monumen itu sudah diperbaiki sampai
sekarang ya, kami sebagai orang Australia
-[tertawa]
-Ini apakah termasuk yang dikerjakan juga
pada bulan Oktober yang lalu Pak atau
sudah terjadi sebelumnya?
-Mulaiii awal tahun ini.
-Oke.
-Ee, ya, ya.
-Oke dan kemarin pada saat bulan Oktober
Pak Mike ke sana berarti sudah indah,
sudah bagus ya Pak?
Sudah bagus dan rencananya bulan April
tahun depan mau ada
rededication mungkin namanya. Mungkin ada
tamu dari Australia, mungkin ada
Kedutaan Australia juga. Tapi pasti
diundang, apa, yang diundang, Departemen
Kebudayaan, eh, Pendidikan dan Kebudayaan
Provinsi, Pak Lurah, Pak Bupati
-dan lain-lainnya, diundang.
-Pejabat lokal yang ada di sana ya Pak ya.
Pak Mike sibuk sekali tampaknya ini
kembali ke Australia kemudian akan
mengumpulkan donasi lagi atau bagaimana
Pak programnya? Ketika ada di Sydney?
Mungkin santai-santai sedikit. [tertawa]
Tapi bulan
Maret depan saya balik lagi ke sana ya.
Karena banyak kawan di sana, banyak,
-it's always fun.
-Ya, ya right, menyenangkan sekali.
Maknanya ini tampaknya personal juga untuk
Pak Mike. Tapi saya yakin bahwa
masyarakat lokal sangat mengapresiasi,
sangat bersyukur sekali dengan aktivitas
-dari NTA ini, begitu Pak Mike?
-Oh, ya tentu saja ya.
Michael Kramer, terima kasih sudah
bergabung bersama SBS Indonesian.
END OF TRANSCRIPT