Pihak berwenang Indonesia telah mengunduh data dari perekam 'kotak hitam' jet Lion Air yang jatuh ke Laut Jawa minggu lalu, ungkap pihak berwenang.
"Update dari lab black box KNKT bahwa FDR telah berhasil di-download," ujar Kepala Sub Komite Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo, saat konferensi pers di kantor KNKT, Jakarta pada hari Minggu (4/11).
Data terakhir yang tercatat adalah dari tanggal 29 Oktober di pukul 6.31 WIB, tambahnya.
Utomo mengatakan para penyelidik - termasuk dari AS, Singapura dan Australia - telah berhasil mendapatkan 69 jam data dari 19 penerbangan yang dilakukan oleh pesawat Boeing 737 tersebut, termasuk penerbangan JT610 yang jatuh ke perairan di lepas pantai Karawang, Jawa Barat.

Nurcahyo berharap data dari bagian black box lainnya, yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR) dapat kembali ditemukan untuk melengkapi proses invetigasi jatuhnya pesawat Lion Air yang membawa 189 penumpang termasuk pilot dan awak kabin.
"Investigasi pada prinsipnya memanfaatkan informasi yang ada, kita punya FDR dan pastikan datanya benar dan ini membantu untuk kita. Namun ada dua black box yang isinya berbeda, ada dua info yang berbeda, apabila dua-duanya ada amat sangat saling membantu dan mendukung," pungkasnya.
Ia mengatakan sinyal kuat dari kotak hitam kedua terdeteksi pada hari Sabtu tetapi penyelam tidak dapat menemukannya, kemungkinan karena terkubur di dalam lumpur.

Operasi pencarian inipun telah memakan korban jiwa.
Seorang penyelam Potensi SAR dari Indonesia Diving Rescue Team (IDRT) bernama Syahrul Anto (48) meninggal dunia saat melaksanakan operasi penyelaman di lokasi pencarian pada hari Jumat (2/11).

Sementara itu pihak badan pencarian dan penyelamatan nasional Basarnas hingga hari Minggu telah menyerahkan sebanyak 138 kantong jenazah yang ditemukan dari area pencarian ke pihak DVI (Disaster Victim Identification) Polri.
Kepala Basarnas Muhammad Syaugi mengatakan pada konferensi pers di hari Minggu bahwa agensi tersebut memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari agar para penyelam dapat mencari lebih banyak lagi korban dan badan utama pesawat.
Sejauh ini, operasi ini baru berhasil mengumpulkan bagian-bagian yang terlepas dari badan utama pesawat, termasuk ban depan dan belakang pesawat serta dua turbin.
