Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menghentikan usaha pencarian di hari Kamis, mengungkap adanya kekhawatiran akan menyebarnya penyakit. Puing-puing akan dibersihkan dan daerah-daerah dimana jasad berada akhirnya akan diubah menjadi taman, tempat-tempat olahraga dan tempat peringatan.
Lebih dari 10.000 pekerja penyelamat menjelajahi sisa-sisa puing, terutama di tiga wilayah yang dilenyapkan oleh "pencairan" tanah di bagian selatan kota kecil itu.
“Kami tidak yakin apa yang akan terjadi selanjutnya, jadi kami berusaha bekerja secepat mungkin,” kata petugas penyelamat, Ahmad Amin, 29 tahun, mengacu pada tenggat waktu, sambil beristirahat di lingkungan Balaroa yang rusak sangat parah.
Setidaknya sembilan ekskavator dioperasikan melalui puing-puing di Balaroa pada hari Selasa kemarin, di tengah-tengah bangunan yang hancur dan kendaraan yang terlempar. Setidaknya selusin jasad ditemukan, menurut seorang fotografer Reuters.
BNPB mengatakan pencarian sedang ditingkatkan dan lebih berfokus pada daerah-daerah dimana diyakini banyak jasad terkubur.
Sementara petugas pencari bekerja, BNPB memerintahkan para pekerja dari kelompok bantuan asing independen untuk meninggalkan zona gempa.
Badan tersebut, melalui pemberitahuan yang diposting di Twitter, memberikan aturan bagi organisasi asing non-pemerintah (LSM/NGO), dimana disebutkan bahwa mereka tidak diijinkan untuk "langsung turun ke lapangan" dan hanya bisa bekerja dengan "mitra lokal".
Pemerintah Indonesia berhati-hati untuk tidak terlalu terbuka terhadap bantuan dari luar karena mereka dapat menghadapi kritik dari lawan politik, serta ada resistensi khusus terhadap kehadiran personel militer asing karena dapat dilihat sebagai pelanggaran kedaulatan.
"Ada kepekaan politik, terutama dengan akan dilakukannya pemilihan, dan juga masalah kedaulatan," kata Keith Loveard, seorang analis senior dari firma penasihat dan risiko Concord Consulting, mengacu pada Pemilu yang akan dilaksanakan tahun depan.
