Indonesia Mendesak Lebih Banyak Pelatihan untuk Pilot Menyusul Kecelakaan Lion Air

Tim penyelidik Indonesia pada hari Senin menyampaikan lebih banyak pelatihan diperlukan untuk pilot Boeing 737 MAX setelah mereka meyakini bahwa situasi yang dihadapi oleh awak pesawat Lion Air yang jatuh tidak tercantum dalam manual penerbangan pesawat.

In this Saturday, Nov. 3, 2018, file photo, a crane moves a pair of wheels recovered from the Lion Air jet that crashed into the Java Sea for further investigation at Tanjung Priok Port in Jakarta, Indonesia. Boeing Co. says it has issued a safety bullet

A crane moves a pair of wheels recovered from the Lion Air jet that crashed into Java Sea for further investigation at Tanjung Priok Port,Jakarta, Nov. 3, 2018. Source: AAP Image/ AP Photo/Achmad Ibrahim

Komentar tersebut menerangkan lebih jauh mengenai hal-hal yang diperiksa sementara para penyidik ​​bersiap untuk mempublikasikan laporan awal hasil temuan mereka pada 28 atau 29 November, satu bulan setelah Lion Air Boeing 737 MAX jatuh ke Laut Jawa, menewaskan kesemua 189 penumpang dan awak pesawat.

Hingga saat ini, perhatian publik terfokus terutama pada potensi adanya masalah perawatan termasuk sensor 'angle of attack' yang bermasalah - bagian penting dari data yang diperlukan untuk membantu pesawat terbang pada sudut yang tepat terhadap arus udara serta mencegah pesawat diam.

Kini fokus penyelidikan tampaknya meluas ke kejelasan prosedur yang disetujui oleh AS untuk membantu pilot mencegah 'over-reaction' dari 737 MAX saat kehilangan data tersebut, serta metode pelatihannya.

Soerjanto Tjahjono, kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang menyelidiki kecelakaan tersebut mengatakan pada hari Senin bahwa regulator di Indonesia akan memperketat persyaratan pelatihan menyusul hasil temuan investigasi sejauh ini.

"Kami tahu, karena insiden ini terjadi, kami tahu kami membutuhkan pelatihan tambahan," ujarnya.

Families Member of victim of Lion Air Plane Crash visit the crash site at Karawang Sea, West Java, Indonesia, Nov 6, 2018.
Families Member of victim of Lion Air Plane Crash visit the crash site at Karawang Sea, West Java, Indonesia, Nov 6, 2018. Source: AAP Image/ Donal Husni/NurPhoto/Sipa USA

Fokus perhatian diarahkan pada isi manual pesawat dan juga kursus konversi yang memungkinkan pilot dari jet Boeing generasi sebelumnya, 737NG, dapat meningkat ke MAX.

Buku petunjuk atau manual pesawat yang ada tidak mencakup bagaimana menangani situasi seperti yang terjadi dalam kecelakaan itu, ujar Soerjanto kepada para wartawan.

Pejabat Lion Air mengatakan bahwa mereka telah mengikuti rezim pelatihan yang disetujui baik itu oleh regulator AS dan juga Eropa.

Pelatihan yang disetujui itu terbatas pada tiga jam pelatihan berbasis komputer dan penerbangan sosialisasi, ungkap General Manager Lion Air Training Center Dibyo Soesilo dalam tur media di fasilitasnya pada hari Senin.

Kecelakaan pada 29 Oktober merupakan kecelakaan pertama yang melibatkan 737 MAX, versi terbaru dari pesawat jet lorong-tunggal milik Boeing yang mulai beroperasi tahun lalu.


Share

2 min read

Published

Source: Reuters




Share this with family and friends


Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now