AS Keluarkan Instruksi Setelah Boeing Peringatkan Pilot Menyusul Kecelakaan di Indonesia

Federal Aviation Administration (FAA) AS mengeluarkan arahan kelayakan udara darurat pada hari Rabu untuk membahas bagaimana penanganan data yang salah dari sensor pada jet Boeing 737 MAX yang baru, menyusul kecelakaan pesawat jet Indonesia minggu lalu.

Lion Air Boeing 737 MAX 8

Image is for representation purpose only Source: Flickr/Bathara Sakti

Boeing Co mengatakan dalam sebuah pernyataannya bahwa mereka telah memperingatkan pilot terkait dengan masalah ini. FAA mengatakan pihaknya mewajibkan maskapai penerbangan untuk mengikuti buletin Boeing tersebut.

Produsen pesawat asal AS itu mengatakan para penyelidik yang menyelidiki kecelakaan Lion Air di lepas pantai Indonesia - dimana kesemua 189 penumpangnya tewas - telah menemukan bahwa salah satu sensor "sudut serang" atau angle of attack di jet Boeing 737 MAX telah memberikan data yang salah.

Para ahli mengatakan bahwa sudut serang merupakan parameter penting yang membantu komputer pesawat memahami apakah hidung pesawat terlalu tinggi dibandingkan dengan aliran udara - sebuah fenomena yang dapat menghentikan aerodinamik pesawat dan membuatnya jatuh.

FAA mengatakan bahwa "input yang salah dapat berpotensi membuat penstabil horizontal berulang kali menekukkan hidung pesawat ke bawah, membuat pesawat sulit dikendalikan."

Badan itu mengatakan bahwa perintah ini diefektivkan dengan segera dan berlaku bagi hampir 250 pesawat di seluruh dunia, termasuk 45 di Amerika Serikat yang dioperasikan termasuk oleh operator Southwest Airlines Co, United Airlines, dan American Airlines Group Inc.

Officials inspect the engine of the crashed Lion Air jet, following the fatal crash.
Officials inspect the engine of the crashed Lion Air jet, following the fatal crash. Source: AAP

Ada juga prosedur yang harus diikuti oleh pilot jika terjadi hilangnya data dari sensor yang rusak di badan pesawat, tetapi masih belum jelas berapa banyak waktu yang dimiliki oleh awak pesawat JT610 untuk merespon pada ketinggian yang relatif rendah sekitar 5.000 kaki.

Sebuah sensor 'sudut serang' telah diganti oleh mekanik di bandara di Bali sehari sebelum kecelakaan itu terjadi, kata Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia.

Boeing mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diterima saat pameran udara terbesar di Zhuhai di Cina bahwa pengumuman yang mereka sampaikan kepada maskapai penerbangan menggarisbawahi "prosedur awak pesawat yang sudah ada" yang dirancang untuk mengatasi situasi jika informasi yang masuk ke kokpit dari sensor itu salah.

Boeing 737 MAX memiliki tiga sensor berbentuk pisau. Pembacaan yang salah dalam beberapa kasus dapat menyebabkan MAX 737 mengarahkan hidungnya tajam ke bawah guna menjaga udara di bawah sayap dan menghindari keadaan 'diam', menurut salah seorang yang dijelaskan tentang masalah ini.


Share

2 min read

Published

Source: Reuters




Share this with family and friends


Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now