Pada 17 September, Jakarta memberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk memerangi kasus COVID-19 yang terus meningkat. Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia, menghadapi masalah serupa namun tidak menerapkan kembali pembatasan yang ketat. Mengapa?

Menghadapi kasus COVID-19 yang terus meningkat, Surabaya meminta warga bertanggung jawab atas kesehatannya sendiri. Salah satu penyebabnya adalah sulitnya penerapan PSBB yang ketat. Tetapi ada juga prioritas penting lainnya. Bagong Suyanto, Guru Besar Sosiologi Fakultas Politik dan Ilmu Sosial Universitas Airlangga, membandingkan bagaimana kedua kota itu menangani pandemi ini.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.
Dan Anda dapat mengikuti perkembangan informasi terbaru tentang virus corona dalam bahasa Anda di sbs.com.au/coronavirus





