Keamanan penggunaan obat dalam kelompok CALD menjadi sorotan hasil penelitian terkini dari badan apoteker Australia, Pharmaceutical Society of Australia (PSA).
Dr Imaina Widagdo, peneliti dari Adelaide University, memimpin penelitian tentang keamanan penggunaan obat di Australia dalam komunitas yang memiliki latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda (CALD).
Menurut Imaina, 29% pasien yang menerima obat dari PBS (Pharmaceutical Benefits Scheme) lahir di luar negeri — menunjukkan adanya gap yang signifikan dalam pemahaman dan penggunaan obat di antara pasien dengan kemampuan bahasa Inggris yang terbatas.
Sekitar 45% dari penerima PBS yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang terbatas menggunakan enam atau lebih jenis obat yang berbeda. Imaina mengatakan bahwa hal ini juga menjadi perhatian utama bagi apoteker, karena mereka perlu memastikan bahwa pasien benar-benar memahami informasi yang diberikan mengenai obat-obatan.

Imaina juga menyoroti pentingnya penggunaan layanan interpreter yang, meskipun tersedia secara gratis, belum banyak dimanfaatkan oleh para apoteker dengan optimal.
Apa signifikansi temuan penelitian ini serta langkah-langkah apa yang perlu dilakukan agar kelompok CALD terhindarkan dari risiko kesalahpenggunaan obat?
Dengarkan podcast ini selengkapnya.





