Salah seorang guru Bahasa Indonesia di Victoria, Helena Anggraeni, berbagi tentang bagaimana pengajaran Bahasa Indonesia dilakukan di kelasnya dan bagaimana dampaknya bagi para siswa.
Helena Anggraeni adalah pengajar Bahasa Indonesia di Dromana Secondary College di Victoria. Ia telah menjadi guru pelajaran Bahasa Indonesia di Australia sejak tahun 2008.
Ms Anggraeni mengatakan bahwa jumlah siswa yang menekuni mata pelajaran ini semakin menurun jumlahnya seiring naiknya siswa ke jenjang kelas yang lebih tinggi.
"Mereka [para siswa] berpikir apakah bahasa bisa membantu karir mereka," ungkap Ms Anggraeni kepada SBS Indonesian, membahas bahwa murid di kelas 9 mulai memikirkan untuk penjurusan dan minat karir mereka, serta apakah belajar bahasa menjadi hal yang relevan.
Ms Anggraeni mengatakan bahwa selain pertimbangan karir, budaya juga memiliki peran penting dalam menarik minat siswa Australia untuk mempelajari bahasa Indonesia.
Kalau budayanya menarik, mereka tertarik akan bahasanya.Helena Anggraeni - Guru Bahasa Indonesia, Dromana Secondary College
Dengan banyaknya bahasa Indonesia tidak baku yang digunakan dalam percakapan sehari-hari, Ms Anggraeni mengakui memang tidak mudah untuk mempelajari bahasa ini. Ia mengatakan bahwa bahasa Indonesia perlu untuk "dibuat sedekat mungkin" dengan kehidupan para murid sehari-hari.
Apa saja cara yang digunakan oleh Ms Anggareni dalam mengajarkan bahasa Indonesia kepada para muridnya? Ide pengajaran seperti apa yang menurutnya dapat membuat bahasa Indonesia "lebih menarik" bagi para siswa Australia?
Dengarkan podcast ini selengkapnya.





